Waaslog Kasad: Kita Prajurit Loyal, Apapun Keputusan Pemerintah, Kita Ikuti

tniJakarta – Wakil Asisten Logistik Kepala Staf TNI AD (Waaslog Kasad) Brigjen TNI Isdarmawan Ganemoeljo  menyampaikan bahwa TNI AD akan selalu mendukung keputusan pemerintah, termasuk mengikuti aturan pengadaan barang/jasa pemerintah. Salah satunya adalah dengan memasukkan data rencana umum pengadaan (RUP) ke dalam aplikasi Sistem Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).

“Kalau kalian tidak memasukkan ke dalam RUP, berarti tidak bisa dilelang secara LPSE, jika tidak bisa, berarti menyalahi ketentuan perpres (54/2010). Kita prajurit yang loyal, apapun yang menjadi keputusan pemerintah kita ikuti. Dan itu baik.” Kata Isdarmawan saat memberikan arahan sosialisasi SiRUP dan LPSE kepada seluruh perwakilan prajurit TNI AD se-tanah air, Selasa (30/01) di ruang serbaguna LKPP di Jakarta.

Pengisian RUP di dalam aplikasi SiRUP salah satu manfaatnya adalah agar dapat diketahui oleh khalayak luas. Ketika sudah diinput ke dalam SiRUP maka seluruh masyarakat dapat melihat rencana kegiatan yang akan dilakukan baik yang akan dilakukan melalui pelelangan ataupun melalui pembelian langsung lewat e-katalog.

Dalam Perpres No 54 tahun 2010 Pasal 25 dikatakan Pengguna Anggaran (PA) mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa pada masing – masing Kementerian/Lembaga/ Institusi secara terbuka kepada masyarakat luas setelah rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga/Institusi disetujui oleh DPR. Pengumuman RUP dilakukan dalam website K/L/D/I masing-masing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE.

Proses penyusunan RUP membutuhkan identifikasi kebutuhan, penyusunan dan penetapan anggaran, serta kebijakan umum, sehingga tahap-tahap pelaksanakan tertata dengan baik, akuntabel dan transparan. Apabila tidak diinput ke dalam sistem, maka unit kerja pengguna tidak akan dapat melakukan pelelangan di dalam LPSE karena terkunci di dalam sistem.

Isdarmawan menambahkan, sistem yang dibangun oleh LKPP dibuat sedemikian rupa agar tetap transparan dan terbuka sehingga mampu meminimalisir potensi kecurangan yang akan dilakukan oleh pengguna. Dan pada akhirnya, manfaat yang didapatkan oleh TNI AD adalah mendapatkan barang yang terbaik. “Daripada (ada) produsen datang, punya uang padahal barangnya jelek. Dan mungkin bisa approach kepada pejabat-pejabat ULP-nya, sehingga mudah membujuk. Tapi dengan ini (lelang elektronik), nilai paling akhir adalah keuntungan bagi TNI untuk mendapatkan barang yang terbaik. “ tegasnya.

Selain itu, untuk mendukung pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah yang transparan dan kredibel, Kepala Staf TNI Angkatan Darat telah mengeluarkan Surat Telegram Nomor 637 Tahun 2016 Tentang Keharusan Lelang Elektronik. Sementara itu, perintah untuk melakukan pengisian RUP melalui aplikasi SiRUP juga sudah disampaikan melalui ST Kasad 638 Tahun 2016.

“Jadi Kasad sudah mengeluarkan perintah bahwa ini adalah harus/must.Oleh karena itu, kalian sebagai yang mengawali dalam manajemen administrasi mulai hari ini akan menerima pelajaran dari dosen dan guru yang terbaik. Oleh karena itu, manfaatkan waktu dan belajar sebaik-baiknya, karena menuntut ilmu adalah bermanfaat. “ lanjut Brigjen Isdarmawan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LKPP Agus Prabowo juga sedikit memberikan arahan. Ia menyampaikan bahwa sistem pengadaan barang/jasa pemerintah yang dibangun LKPP dibuat transparan dengan tujuan agar seluruh pihak menjadi pelaku dan sekaligus pengawas. “Jadi kalau ada apa-apa bisa ditegur oleh peserta sendiri. Jadi aturannya terbuka dan egaliter.” Kata Agus yang pernah mendapatkan nilai tertinggi saat mengikuti pendidikan di Lemhanas.

Ia juga berpesan agar pengadaan harus dijaga integritasnya sehingga anggapan buruk di masa lalu tidak terjadi lagi. “Jangan seperti masa lalu. Pengadaan sering dianggap tempat basah, orang korupsi, pekerjaan klerk, penuh birokrasi dan lamban. Ini sekarang terbuka dan transparan.”

Agus juga berpesan agar semua dapat belajar dengan baik, sehingga apabila telah kembali ke unit masing-masing dapat bekerja dengan baik dan dapat menularkan ilmunya kepada rekan-rekannya. “Setelah pulang dan ke tempat masing-masing. Tularkan ke lingkungan sekitar. Harus ditularkan, tidak boleh pintar sendirian. Sistem ini tidak susah. Ini seperti mengisi (aplikasi) “Traveloka” dan segala macam. “ ujarnya.

Kegiatan Sosialisasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan Pengisian Data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan di Lingkungan TNI AD Tahun Anggaran 2018 bekerja sama dengan LKPP berlangsung selama tiga hari dan telah memasuki gelombang kedua. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari personil TNI AD yang berasal dari seluruh tanah air. (fan) . Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>